Obat Galau dan Patah Hati Secara Islami

0
286

Pasti kita semua pernah merasakan yang namanya patah hati, entah itu sekadar karena penolakan ta’aruf, waktu di masa-masa sekolah dulu, ditinggal orang yang kita senangi menikah dengan yang lain, atau bahkan karena tidak diizinkan orangtua dengan alasan yang syar’i. Nah, untuk membuat hati kita tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif akibat patah hati tersebut, ada baiknya kita mengambil hikmah dan mencari jalan untuk melepaskan diri dari perasaan yang menyakitkan itu. Yuk berbenah dan ikuti cara-cara terbaik dalam pandangan Islam.

Ikhlas

Ikhlas? Ilmu ikhlas itu sulit sekali lho. Beberapa kali saya pernah dinasehati oleh sahabat saya untuk selalu berpegangan pada ilmu ikhlas. Mengapa? Karena ikhlas membuat segalanya jadi lebih baik sepahit apa pun yang terlihat di depannya. Dalam Islam pun sangat ditekankan untuk belajar mengikhlaskan sesuatu yang kita senangi. Misalnya, begitu kita ditolak atau ketika kita mengetahui bahwa orang yang kita sukai pergi meninggalkan kita dan bersama dengan pilihannya. Pelan-pelan lepaskan dan ikhlaskan. Karena sesungguhnya kita ini tidak punya apa-apa dan sampai kapanpun apa yang kita miliki sekarang sebenarnya bukan milik kita seutuhnya. Allah hanya menitipkan saja. Jika dia pergi, maka percayalah, Allah telah atur segalanya yang terbaik walaupun pada awalnya kita belum bisa menerima.

Sedikit cerita dari saya bahwa saya pun pernah mengalami pasang-surut sulitnya menemukan ilmu ikhlas. Tapi tidak perlu dipaksakan; tidak perlu diucapkan; dan tidak perlu pula disebarkan ke khalayak. Karena ikhlas bisa dirasakan di dalam hati kita masing-masing. Begitu kita mendapatkannya, maka masya Allah, rasanya kita sudah lebih dari cukup merasakan karunia dari-Nya. Saat melepaskan adalah hal tersulit, maka saat itu saya berusaha mendekatkan diri kepada Allah dan meminta kepada-Nya agar dimudahkan. Dan perlahan-lahan, saya mulai memahami mengapa ikhlas begitu bermanfaat bagi jiwa kita ini. Dan satu lagi, ketika kita mulai bisa mengikhlaskan sesuatu, di saat Allah ridha dan hendak memberikan kita kejutan, maka yang Dia beri adalah yang tidak terduga-duga. Bisa jadi yang kita harap-harapkan dahulu didatangkan kembali atau digantikan dengan yang lebih baik dari yang kita harapkan.

Berdo’a

Ketika kita sedang down, stress, bingung, galau dan lain sebagainya, di saat-saat seperti itu terkadang kita tidak bisa berpikir dengan jernih. Padahal obatnya sangat mudah: berdoa (salah satunya). Tenangkan diri dengan berdoa kepada Allah. Ambil air wudhu, shalat, kemudian berdoalah seolah-olah esok kita akan mati. Kita wajib berdoa sebagaimana hadist di bawah ini.

Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.
HR. Tirmidzi No. 3373

Tuh kan, kalau tidak berdoa malah Allah bisa murka sama kita. Maksudnya, kita ini butuh untuk berdoa dan meminta kepada Allah. Jangan sampai kita meminta-minta kepada yang lain. Cukup Allah saja karena hanya Dia yang mampu mengabulkan. Dan ingat, ada beberapa adab berdoa yang baik salah satunya adalah jangan pernah menggunakan kata “Jika Engkau berkenan,” karena itu mengandung makna yang tidak ikhlas. Cobalah untuk ikhlas dalam berdoa, lepaskan semuanya hanya kepada Allah. “Perkenankanlah doaku ini.” misalnya. Maka, Allah akan perkenankan doa kita selama doa tersebut bukan doa yang buruk.

Menahan Pandangan

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’”
QS. An-Nur: 30

Menundukkan pandangan bukan berarti sombong lho. Terutama kepada lawan jenis. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk tidak saling berpandangan apalagi yang bersyahwat. Duh, karena bisikan setan itu bisa datang dari arah kiri maupun kanan, kita wajib banget hati-hati nih Moeslemates. Apalagi untuk muslimah, menahan pandangan dari laki-laki adalah suatu hal yang wajib. Semua dilakukan adalah untuk menghindari para kaum adam dalam angan-angan mereka pada umumnya. Coba deh bandingkan dengan muslimah yang masih belum bisa menjaga pandangan. Tentu yang sudah mampu menahan pandangan akan terlihat lebih “mahal” dan membuat image bukan wanita sembarangan melainkan seperti emas; berlian dan mahkota keindahan yang diidamkan para lelaki untuk menghalalinya.

Nah, jadi mulai sekarang buat kamu yang sedang patah hati atau pun yang tidak, yuk mari sama-sama jaga pandangan kita dari lawan jenis. Insya Allah, kita akan merasakan manfaatnya yang luar biasa yakni salah satunya adalah terhindar dari fitnah dan Allah akan lebih sayang lagi sama kita.

Banyak Berdzikir

Allah SWT berfirman: “Oleh karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku mengingat kalian.” QS. Al-Baqarah: 152

Seperti yang sudah pernah saya tulis di artikel-artikel sebelumnya. Dzikir mampu membuat perasaan kita yang gundah, galau, dan stress menjadi jauh lebih tenang.

Tsabit bin al-Banant radhiyallahu ‘anhu. berkata,
“Saya tahu kapan Allah mengingat saya.”
“Bagaimana Anda mengetahui hal itu?” tanya para muridnya.
“Apabila saya mengingat-Nya, Dia pasti mengingat saya.” jawabnya.

Menyibukkan Diri Dengan Hal Bermanfaat

Pada dasarnya, kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengerjakan banyak hal dan kegiatan dalam sehari sebanyak 24 jam lamanya. Dan jika kita hanya bermalas-malasan, bersedih-sedihan dan terlarut dalam duka yang berkepanjangan, maka sistem otak dan tubuh pun akan menjadi buruk. Oleh karena itu, kita wajib menyibukkan diri pada kegiatan yang positif. Misalnya, kita bergabung dengan organisasi sosial atau keagamaan. Boleh juga mengisi waktu luang dengan bekerja sambilan, melakukan hobi yang disenangi dan berkumpul bersama keluarga.

Perdalam Agama Ke Majelis Ilmu

Satu yang tidak kalah baiknya adalah mengisi kesendirian kita dengan mendatangi majelis ilmu. Ini juga yang pernah saya alami beberapa tahun lalu ketika kehilangan arah dan tidak tahu tujuan. Saya menjadi begitu “hidup” dan lebih teratur sejak mengenal sahabat-sahabat shalih yang juga terus mengingatkan saya pada kebaikan. Masya Allah, kalian akan tahu rasanya saat menemukan jalan yang Allah kehendaki di saat-saat terakhir berputus asa dan pasrah akan apapun yang terjadi setelahnya. Melepaskan penat dan kegelisahan setelah patah hati sangat baik dengan mempelajari atau memperdalam agama. Misalnya, kalian bisa belajar lagi mengaji yang betul; membenarkan tata cara shalat; mendatangi kelas halaqah setiap minggunya; atau mulai menghafalkan Al-Qur’an; atau bergabung dengan grup liqo. Perlahan-lahan, Allah akan tunjukkan betapa besar kasih sayang-Nya kepada kita.

 Menjaga Shalat

Saat perasaan gundah mulai mengusik kita kembali, ambillah air wudhu dan shalatlah. Di setiap waktunya, begitu mendengar adzan, persiapkanlah diri untuk bersujud kepada-Nya. Seolah-olah kita sedang excited karena sebentar lagi akan “bertemu” dengan Allah di sujud kita; dan kita bisa menceritakan bagaimana kisah hari ini kepada-Nya; kita juga bisa bertanya kepada-Nya perihal rezeki, jodoh, pengganti dari sakit hati yang kita sedang rasakan; atau apa pun itu. Sungguh, jika kita mampu membuat shalat menjadi kegiatan yang begitu nikmat, ibadah yang terasa bukan seperti ibadah; tanpa beban, maka insya Allah kita sudah bisa menjaga shalat kita. Kekhusyu’an yang kita rasakan adalah bentuk kenikmatan dalam beribadah.

Membayangkan Keburukannya

Jika kamu sudah pernah mengenal orang itu, pasti kamu mengetahui hal-hal yang buruk darinya. Misalnya, kebiasaan dia yang tidak kamu senangi, perlakuan yang tidak kamu sukai, perkataan atau ucapan yang menyakitkan darinya. Ingatlah semua itu agar kamu mampu bergerak maju dengan gagah dan berani tanpa harus bersedih-sedihan kembali. Namanya juga manusia. Kadang kala kita berbuat salah dan pasti ada kekurangan. Yang sempurna hanya milik Allah dan percayalah, dengan berharap kepada Allah maka harapan itu akan kembali lagi ke kita dengan kejutan yang sudah dipersiapkan-Nya. Berbeda dengan manusia, yang kita dapatkan hanya kekecewaan karena manusia tidak memiliki kemampuan dalam mengabulkan sesuatu kecuali atas kehendak Allah.

Bersabar

“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” QS. An-Nahl: 96

Sabar. Lagi-lagi kata “sabar” yang akan dilontarkan untuk orang-orang yang sedang patah hati. Tapi yang wajib kita ketahui adalah bahwa sabar itu sebenarnya tidak ada batasnya. Coba deh banyak-banyak membaca cerita maupun kisah para sahabat Rasulullah dan juga nabi-nabi lainnya. Ketika mereka ditimpa musibah yang jauh lebih besar daripada musibah yang kita alami, mereka tidak pernah mengeluh apalagi melakukan hal-hal buruk. Justru yang dilakukannya adalah bersabar dan Allah melihat setiap hamba-hamba yang selalu bersabar di jalan Allah.

Merenung 

Merenung bukan berarti wasting time. Ada kalanya kita butuh waktu untuk sendiri; memikirkan apa-apa saja yang telah kita perbuat selama ini; kesalahan-kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan; juga mengingat betapa banyaknya nikmat dari Allah yang sudah kita terima hingga saat ini. Mungkin kita kurang berdzikir, kurang sedekah, kurang khusyu’ dalam shalat, kurang berdoa, kurang meminta kepada Allah sehingga Dia menimpakan musibah kepada kita.

Yakin Kepada Allah Akan Digantikan Dengan Yang Lebih Baik

Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Apa yang kita lihat itu adalah baik belum tentu baik menurut Allah, begitu pun sebaliknya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” QS. Al-Baqarah: 216

Karena saya pun pernah mengalaminya. Di saat saya merasa yakin dan percaya diri bahwa apa yang ada di hadapan saya itu sudah sempurna dan baik untuk saya, saat itu juga Allah tegur saya dan membuat harapan saya hilang begitu saja seperti terlepas ke udara. Dan Allah menggantikan semua itu dengan yang tak terduga; yang lebih baik dari apa yang saya harapkan sebelumnya, masya Allah.

Menikah

Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain. HR. Abdur Razak dan Baihaqi

Menikah adalah jalan terbaik untuk mengobati patah hati. Tentunya dengan cara yang syar’i ya Moeslemates. Misalnya minta dikenalkan dari kenalan ustadzah atau pun teman shalih yang mampu. Insya Allah, jika memintanya hanya kepada Allah dengan niat untuk beribadah kepada-Nya, Allah akan beri yang terbaik; paling baik dari yang terbaik untuk kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here