AJI PENATASAN – Ijazah Keilmuan Jawa Islami

0
6




AJI PENATASAN

Ijazah Keilmuan Jawa Islami

Aji Penatasan merupakan keilmuan Jawa Islami yang dikenal sebagai laku pamungkas dalam menjaga keselamatan diri ketika berada pada kondisi terjepit dan membahayakan. Keilmuan ini tidak ditujukan untuk kesewenang-wenangan, melainkan sebagai ikhtiar perlindungan diri terakhir yang dibingkai oleh adab, etika, dan tanggung jawab spiritual.

MAKNA KEILMUAN

Dalam tradisi Jawa Islami, penatasan dimaknai sebagai proses meluruhkan kekuatan lawan secara batiniah melalui penyatuan rasa, niat, dan kepasrahan kepada Allah. Keilmuan ini diyakini bekerja melalui pengendalian diri, kejernihan batin, serta kesadaran penuh bahwa segala daya hanya terjadi atas izin Allah.

MANTRA / DOA / ISI INTI

Bismillahirrohmanirrohiim, Sarining urip sarining tunggal, Sujud kang Agung, Sukma mulya zat sampurno, Tisning kawulaning zat, Lebur kumala zat, Ilang ragane, Dening Alloh kang natas.

TATACARA / TATA LAKU

Persyaratan laku untuk mendapatkan keilmuan ini tergolong berat dan harus dijalani dengan kesungguhan. Pelaku menjalani puasa mutih tujuh hari tujuh malam selama tujuh purnama, dimulai dari Jumat Legi hingga Jumat Pon. Dilanjutkan pati geni selama tiga malam berturut-turut tanpa buang air kecil maupun besar, serta ngebleng sehari semalam dengan tetap membaca mantra. Setelah laku utama, amalan dibaca dan diamalkan secara rutin selama empat puluh satu hari.

MAKNA BATIN & ETIKA KEILMUAN

Aji Penatasan hanya boleh digunakan dalam keadaan terpaksa dan membahayakan keselamatan. Penggunaan tanpa alasan yang benar bertentangan dengan etika keilmuan Jawa Islami. Laku ini menuntut pengendalian diri, kebijaksanaan, serta kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada kemampuan melumpuhkan, melainkan pada kemampuan menjaga diri dan menahan hawa nafsu.

PENGIJAZAH KEILMUAN

Pembahasan ini disajikan sebagai edukasi keilmuan Jawa Islami yang diijazahkan secara terbuka oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad, dengan penekanan pada tujuan baik, bertanggung jawab, dan penambah wawasan publik.

Kyai Pamungkas dan Aby Marnos Peguron Sapujagad

FAQ

Apakah Aji Penatasan boleh digunakan sembarangan? Tidak. Keilmuan ini hanya digunakan dalam keadaan terjepit dan membahayakan keselamatan diri.

Apakah laku Aji Penatasan tergolong ringan? Tidak. Laku ini termasuk berat dan menuntut kesiapan lahir batin serta kedisiplinan tinggi.

Aji Penatasan hendaknya dipahami sebagai keilmuan penjaga diri terakhir yang dibingkai oleh nilai adab, etika, dan kepasrahan kepada Allah. Kebersihan niat, pengendalian diri, serta tanggung jawab spiritual menjadi kunci utama agar laku ini tidak menyimpang dari tujuan keselamatan dan kebaikan.


PENGOBATAN ALTERNATIF
"PONDOK RUQYAH"
(SOLUSI PASTI DI JALAN ILLAHI)

Kami Jasa Solusi Problem Hidup. Masalah Tuntas Tanpa Bertentangan dengan Hukum Agama dan Negara.

MACAM PROBLEM DALAM PELAYANAN KAMI:
Solusi Problem Asmara, Rumah Tangga, Back Up Karir, Back Up Usaha, Jual Beli, Aura Pemikat, Bersih Diri / Ruwat / Ruqyah / Buang Sial, dll.

KAMI TIDAK MELAYANI SEGALA HAL YANG MELANGGAR HUKUM AGAMA DAN NEGARA.
Contoh: Bank Gaib, Uang Balik, Harta Gaib, Pesugihan, Aborsi / Menggugurkan Kandungan, Perjudian / Togel / Judi Online, Mencelakakan Orang / Santet / Teluh, dll.

ALAMAT PONDOK RUQYAH:
Dusun Kasemen, No.50, RT.05, RW.03, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kodepos 61463.
🌐 https://pondok-ruqyah.com/
☎️ +6285708371817

PERINGATAN!
Hati-hati dan waspada terhadap penipuan online yang mengatasnamakan kami. Diutamakan datang langsung ke alamat kami untuk menghindari segala hal negatif. Terimakasih.
DATANG DENGAN NIAT BAIK
TIDAK UNTUK KEJAHATAN!