Aji Panglarutan
Aji Panglarutan dikenal dalam tradisi keilmuan Jawa sebagai laku batin untuk menjaga diri dari niat buruk, gangguan, dan kejahatan orang lain. Artikel ini disajikan sebagai edukasi spiritual, dengan penekanan pada adab, ketenangan batin, dan kepasrahan kepada Allah.
Hakikat Keilmuan
Hakikat Aji Panglarutan bukan untuk membalas kejahatan, melainkan sebagai wasilah doa agar niat buruk diluruhkan, permusuhan mereda, dan keselamatan diri tetap terjaga atas izin Allah.
Konteks Sosial dan Budaya
Dalam budaya Jawa, perlindungan diri selalu dikaitkan dengan pengendalian hawa nafsu dan sikap batin yang tenang. Aji Panglarutan hadir sebagai simbol upaya menjaga harmoni dan menghindari konflik.
Fungsi dan Manfaat
- Menenangkan batin saat menghadapi ancaman
- Membantu menjaga diri dari niat jahat orang lain
- Menumbuhkan rasa aman dan kewaspadaan
- Mendorong sikap sabar dan tidak reaktif
Etika dan Batasan
Keilmuan ini tidak digunakan untuk mencelakai, membalas dendam, atau menumbuhkan kebencian. Pengamalannya harus dilandasi niat perlindungan diri dan disertai akhlak yang baik.
Bacaan Aji Panglarutan
Si maling sekti roh ilapi ratuning roh kabeh, siro sun kongkon.
Seroten bayune ratuning roso, laruten karepe si … (sebut nama orangnya).
Ojo dibanjurake sedyane kang olo ora bener.
Lemes cabar bubar karepe tan dadi.
Bacaan ini dipahami sebagai doa perlindungan agar niat buruk diluruhkan, bukan sebagai sarana mencelakai pihak lain.
Tatacara Singkat
Amalan dilakukan dengan puasa nglowong 3 hari 3 malam, dimulai pada Kamis Wage. Bacaan dibaca saat dirasakan adanya ancaman atau niat jahat dari pihak tertentu.
Pengijazah Keilmuan
Pembahasan Aji Panglarutan disampaikan sebagai edukasi keilmuan Jawa Islami oleh Kyai Pamungkas bersama Aby Marnos dari Peguron Sapujagad, dengan penekanan pada adab, niat, dan tanggung jawab batin.
FAQ Seputar Aji Panglarutan
- Apakah aji ini untuk balas dendam? Tidak, hanya untuk perlindungan diri.
- Apakah wajib diamalkan? Tidak, bersifat edukasi.
- Apakah hasilnya instan? Tidak, semua bergantung izin Allah.
- Apakah boleh menyebut nama orang? Disebut sebagai niat doa, bukan kebencian.
- Apakah menggantikan hukum dan ikhtiar nyata? Tidak.
- Apakah cocok untuk pemula? Ya, dengan pemahaman adab.
- Apakah ini bagian budaya Jawa Islami? Ya, dalam konteks edukasi batin.
Penutup
Aji Panglarutan mengajarkan ketenangan dan perlindungan diri tanpa kebencian. Ketika niat dijaga dan doa dipanjatkan dengan adab, keselamatan akan datang sebagai rahmat dari Allah.

Kami Jasa Solusi Problem Hidup. Masalah Tuntas Tanpa Bertentangan dengan Hukum Agama dan Negara.
MACAM PROBLEM DALAM PELAYANAN KAMI:
Solusi Problem Asmara, Rumah Tangga, Back Up Karir, Back Up Usaha, Jual Beli, Aura Pemikat, Bersih Diri / Ruwat / Ruqyah / Buang Sial, dll.
KAMI TIDAK MELAYANI SEGALA HAL YANG MELANGGAR HUKUM AGAMA DAN NEGARA.
Contoh: Bank Gaib, Uang Balik, Harta Gaib, Pesugihan, Aborsi / Menggugurkan Kandungan, Perjudian / Togel / Judi Online, Mencelakakan Orang / Santet / Teluh, dll.
ALAMAT PONDOK RUQYAH:
Dusun Kasemen, No.50, RT.05, RW.03, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kodepos 61463.
🌐 https://pondok-ruqyah.com/
☎️ +6285708371817
PERINGATAN!
Hati-hati dan waspada terhadap penipuan online yang mengatasnamakan kami. Diutamakan datang langsung ke alamat kami untuk menghindari segala hal negatif. Terimakasih.
DATANG DENGAN NIAT BAIK
TIDAK UNTUK KEJAHATAN!



