TANJAKAN EMEN: Jalur Sunyi yang Tak Pernah Benar-Benar Mengampuni
Laporan Eksklusif Website Mistis PARANORMAL-INDONESIA.COM
Di wilayah pegunungan Subang, Jawa Barat, terdapat sebuah tanjakan curam yang namanya telah lama berbisik dalam cerita gelap para pengendara: Tanjakan Emen. Sekilas, jalur ini tampak biasa saja, dikelilingi hutan pinus dan tikungan panjang yang membelah kabut. Namun, bagi warga setempat, kawasan ini bukan sekadar lintasan berbahaya, melainkan ruang tempat sesuatu terus menuntut pembayaran.
Asal-usul keangkeran Tanjakan Emen diyakini bermula puluhan tahun silam, ketika seorang pria bernama Emen menjadi korban tabrak lari pada suatu malam berkabut. Mayatnya ditemukan tersangkut di antara pepohonan, tersembunyi dari pandangan. Sejak kejadian itu, warga percaya arwah Emen tidak pernah benar-benar pergi, dan tanjakan tersebut mulai memakan korban secara berkala.
Tidak hanya kendaraan besar yang kerap terguling tanpa sebab, tetapi juga pengendara motor yang tiba-tiba kehilangan kendali padahal kondisi jalan kering dan cuaca cerah. Para sopir yang rutin melewati jalur ini bahkan sudah memiliki ritual tak tertulis: berhenti sejenak, menyalakan sebatang rokok, lalu meletakkannya di pinggir jalan sebagai persembahan.
Narasumber Pertama: Sopir Bus Antar Kota
Menurut penuturan Pak Darma, seorang sopir bus yang telah 18 tahun melintasi rute tersebut, kejadian aneh bukan hanya cerita turun-temurun.
“Pernah bus saya terasa seperti didorong dari belakang,” ujarnya sambil menatap kosong.
“Padahal mesin baru diganti dan rem normal. Penumpang sampai teriak karena bus seperti melayang sebentar sebelum kembali menyentuh aspal.”
Pak Darma menambahkan bahwa setiap kali ia lupa melakukan ritual yang biasa dilakukan sopir senior, perjalanan selalu terasa berbeda.
“Bukan soal percaya atau tidak. Tapi di sini, sombong itu bahaya. Ada jam-jam tertentu ketika udara tiba-tiba berat, seperti ada yang berdiri di tengah jalan.”
Narasumber Kedua: Warga yang Menemukan Korban
Tim MISTERI juga mewawancarai Bu Sulastri, warga Kampung Cicenang yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
“Dulu, sebelum banyak lampu jalan, suara kecelakaan seperti hal yang biasa,” ungkapnya pelan.
“Tapi yang aneh, hampir selalu terjadi di titik yang sama, meski orangnya berbeda.”
Menurutnya, beberapa korban ditemukan dalam kondisi yang sulit dijelaskan.
“Ada yang selamat tapi katanya melihat lelaki berjaket lusuh berdiri di tengah tanjakan, tapi waktu ditengok lagi, tidak ada siapa-siapa.”
Ia juga mengingat satu kejadian paling misterius.
“Pernah ada rombongan motoris. Mereka bilang jalan tiba-tiba berubah seperti menurun panjang tanpa ujung. Padahal mereka sudah lewat dari lokasi. Setelah azan subuh, baru mereka sadar mereka masih di tempat yang sama.”
Tempat yang Masih Menunggu
Hingga kini, Tanjakan Emen tetap menjadi jalur yang dikenal “bernyawa”. Meski sudah dipasang rambu keselamatan dan diperlebar, kecelakaan tetap terjadi tanpa pola yang dapat dijelaskan.
Warga sepakat pada satu hal: bukan tanjakannya yang mencari korban tetapi sesuatu yang merasa belum selesai.
Dan bagi para pengemudi yang melintasi kawasan ini saat malam turun, satu pesan klasik masih terdengar:
“Jangan menantang jalan yang tak ingin diajak bicara.”

Kami Jasa Solusi Problem Hidup. Masalah Tuntas Tanpa Bertentangan dengan Hukum Agama dan Negara.
MACAM PROBLEM DALAM PELAYANAN KAMI:
Solusi Problem Asmara, Rumah Tangga, Back Up Karir, Back Up Usaha, Jual Beli, Aura Pemikat, Bersih Diri / Ruwat / Ruqyah / Buang Sial, dll.
KAMI TIDAK MELAYANI SEGALA HAL YANG MELANGGAR HUKUM AGAMA DAN NEGARA.
Contoh: Bank Gaib, Uang Balik, Harta Gaib, Pesugihan, Aborsi / Menggugurkan Kandungan, Perjudian / Togel / Judi Online, Mencelakakan Orang / Santet / Teluh, dll.
ALAMAT PONDOK RUQYAH:
Dusun Kasemen, No.50, RT.05, RW.03, Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kodepos 61463.
🌐 https://pondok-ruqyah.com/
☎️ +6285708371817
PERINGATAN!
Hati-hati dan waspada terhadap penipuan online yang mengatasnamakan kami. Diutamakan datang langsung ke alamat kami untuk menghindari segala hal negatif. Terimakasih.
DATANG DENGAN NIAT BAIK
TIDAK UNTUK KEJAHATAN!



